Perjalanan, Penantian, & Kepastian
Dulu kita berdua kenalan dekat dan akhirnya saling suka tanpa ada pertemuan sama sekali, yaa.. Tanpa mengenal sosok dari masing-masing Kita, bertemu lewat ketikan pesan singkat, bertemu lewat suara sambungan telepon yg melipat jarak antara Pekanbaru dan Yogyakarta.. Waktu itu Aku yang sedang menimba ilmu pendidikan di kota pelajar ini sedang asik rebahan dikamar kos yg sederhana tapi nyaman, sambil ngescroll timeline dari aplikasi LINE, iseng ngelihat orang orang yg like video musik ditimeline itu, ada salah satu sosok yg mencuri perhatian ku saat itu, foto profile wanita berambut pendek sedang memainkan drum, dengan spontan aku berkata dalam sendiriku diatas kasur nyamanku "wah jodohku ini" betul ternyata perkataan adalah doa yg dilangitkan..
Singkat cerita Aku coba ketik namanya yg muncul di profil dan ternyata sesuai dengan Id Line perempuan itu, disinilah awal mula semesta mempertemukan dua insan ini, dialog perkenalan pun dimulai dengan cara yang konyol tapi jenaka menurutku saat itu, yang ku tahu kebanyakan wanita suka sosok yg jenaka, padahal sih tidak juga..
Perkenalan baru masuk babak pertama tiba tiba hp ku rusak kala itu, belum juga dekat belum juga saling kenal karena baru beberapa hari, apalagi rasa cinta yg tumbuh, benih nya pun belum ada bagaimana ia tumbuh.. hahaha, iseng lagi kuketik namanya diinstagram dan bravo!! Kudapatkan lagi kau wanitaku, dengan pedenya aku kirim pesan lewat Instagram nya, kira kira pesannya seperti ini "ini aku, hp ku rusak telpon yaa 0822xxxxx" singkat jelas dan padat, esoknya hp nokia senter ku berdering dan ternyata dering itu adalah panggilan darinya, ternyata benar slogan nokia zaman dulu ketika hp dinyalakan ada gambar tangan terus tulisannya "connecting people" yaa karena itu aku dan dia terhubung, dimasa sosial media internet dan segala kecanggihan kala itu, kami hanya lanjut perkenalan lewat panggilan telepon, dan ternyata dia juga tinggal dikota yg sama denganku, meski saat itu aku sedang merantau kekota orang.
Lalu kami yg mulai saling memberi perhatian, dia yg saat itu ada buat menguatkan aku dikala terpaan skripsi dan saat itu sedang pada fase terberat dihidupku karena beberapa hal yang tidak perlu aku tuliskan disini, pada intinya dia ada dia yg seolah memberi kan aku tongkat agar aku tetap berdiri tegak dan melangkah sampai semuanya bisa aku lalui dengan baik, menurutku Tuhan punya cara tersendiri untuk menguatkan umatnya dari ujian yg Tuhan berikan dan mungkin dia salah satunya cara tuhan.. terimakasih tuhan. Hingga akhirnya tatap kami bertemu langsung untuk sementara waktu dan disaat itu aku berkomitmen akan menunjukkan kepadanya bahwa rasaku tak palsu, tapi kau harus menunggu sampai saat kubawa kau kepenghulu dan ku Ijab Qabul kau didepan ayahmu.
Yaa.. panjang sekali ternyata waktu yg harus dia tunggu, begitu juga dengan jarak yang begitu jauh memisahkan kami antara pku - kalimantan.. tapi hal itu yg menepis keragu-raguanku padanya, hari berganti bulan bulan berganti tahun dan tahun tahun terus bergulir, bukan waktu singkat tapi dia hebat dia kuat karena katanya hatinya sudah mantap, suka duka nya tentu banyak karena 7 tahun lebih kami bersama bukan hal yg mudah, tapi kembali lagi aku percaya semesta punya cara sendiri untuk menyatukan 2 cinta..
Teruntuk kamu terimakasih untuk tidak meninggalkan ketika aku memintamu untuk pergi.., karena disaat terpuruk seperti itu logika ingin sendiri tapi hati ingin ada seseorang yang mampu mengerti, karena disaat itu aku hanya mampu menepuk pelan pundak ku sendiri.. Aku ingin sendiri tapi lemahku butuh seseorang.. Terimakasih masih tetap disini sampai dengan hari dimana kusebut nama dan binti mu didepan penghulu biarkan 1 hari itu menjadi 1 hari yg berarti untuk selamanya..
Kini tiba saatnya kulipat jarak antara kita ku pecahkan celengan rindunya, ku usaikan penantiannya kugantikan dengan kepelaminan bersamanya..






